Skip to main content

enam belas oktober dua ribu sebelas




Comments

Olli said…
Hello,

i found you via my favourite film, Legend of 1900. I can`t read your language, hope you can english, but i like your blog, because of the great photos.

Greetings
Lys

Popular posts from this blog

chapter I

Chapter I : Aku dan ibuku sedang duduk di bawah pohon rambutan depan rumah. Karena kami tidak punya teras untuk sekedar bersantai di siang yang terik. Ibarat tak ada rotan akar pun jadi. Tiba-tiba aku jadi ingin bertanya tentang masa kecilku dulu. Tentang sejarah sedih dan beberapa kenangan membahagiakan yang pernah ku dengar pula dari segelumit obrolan ringan dengan ayahku sebelumnya. Ibuku pun dengan lancar mulai bercerita dengan logat jawanya. Kurang lebih beginilah cerita itu : 1987 di sebuah desa yang lumayan terpencil di pulau jawa saat dimana pertama kali aku membuka mata. Kakakku masih berusia empat tahun kala itu. Di sebuah senja tanpa ada ayah di rumah. Ayah sedang merantau ke Jakarta sejak satu setengah bulan yang lalu. Sepertinya memang sudah saatnya aku di lahirkan. Di dalam rumah berdindingkan anyaman bambu itu hanya ada ibu, kakak dan bibiku. Saat ibu sudah mulai merasakan detik-detik kelahiranku, bibiku mulai panik dan menyuruh kakakku yang masih kecil untuk segera mema...

selingkuh itu setia

Selingkuh itu setia By : Agung Dwiyono Siang ini memang sangat terik. Matahari sepertinya sedang marah oleh tingkah laku manusia. Tapi tak ada satupun keadaan yang biasa menahan laju birtahi dua anak manusia yang sedang dimabuk indahnya surga dunia. disebuah kamar rumah kontrakan berukuran sempit, dosa itu mengalir begitu saja. Seperti air yang tertahan oleh waduk dan kemudian tanggulnya harus dibuka karena harus mengairi sawah yang kering. Keringat mereka bercucuran karena ruangan itu tertutup rapat tanpa fentilasi. Seolah hanya merekalah yang tahu apa yang sedang mereka lakukan. Kini dosa itu sungguh telah terjadi. Sukma menghela nafas kelelahan seiring kenikmatan itu berlalu. Sembari mengenakan celana dalam hitam miliknya sukma mengambil sebatang rokok dan menghidupkanya. Lara masih terbaring lemas tanpa mengenakan apa-apa. “Kanapa tak lekas kau pakai pakaianmu?”. Tanya sukma seiring hembusan pertama asap rokoknya. “Males!” jawab Lara singkat bernada sinis. “Kenapa? Apa k...