Skip to main content

Tejo dan Slamet



burung pertama yang saya beli berawal dari iseng belaka..kemudian keterusan menjadi hoby. Slamet namanya burung kecil berwarna hijau ini seharga sepuluh ribu rupiah. saya beli di pasar burung pasty tepatnya di Slamet saya beli pada tanggal 09 Mei 2011. sejak saat itu saya ingin sekali menambah koleksi burung saya. akhirnya pada tanggal 14 mei 2011 saya beli seekor burung trucuk yang kemudian saya beri nama Tejo. saya sangat beruntung memiliki Slamet dan Tejo. merekalah yang menemani saya sepanjang hari mulai saya terbangun dengan ocehannya Tejo lalu sore saya yang saya lewatkan dengan memandikan Slamet...semua terasa menyenangkan. dan membuat hidup saya lebih berarti....tunggu episode teman Tejo dan Slamet berikutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Sudarman mogok makan

Agung Dwiyono Seketika dalam uraian malam yang hitam. Barangkali lamunan sudarman belum sanggup mengungkapkan apa yang ia rasakan. Sedih, jengkel, bingung akan menjadi seperti apa setelah kejadian siang tadi. Bahkan secangkir kopi pahit itu pun tak mampu menolong kesedihanya. Masih ia nikmati sebatang rokok yang secara diam-diam ia hisap tanpa sepengetahuan ayahnya. Bumbungan asap mengepul didalam persegi empat kamarnya tanpa ada celah bagi asap-asap itu untuk melarikan diri. Ketika ia sadari ia sudah berwujud sudarman, seorang anak laki-laki berusia belasan tahun yang sedang kebingungan meraba-raba sikap. Guru agamanya disekolah siang tadi berkata ; “janganlah kalian makan dari makanan yang haram atau makanan yang diperoleh dengan cara yang haram”. Salah seorang temannya lantas berceloteh ; “berarti makanan yang diperoleh dari hasil korupsi itu makanan haram donk pak !!!”. entah mengapa, seketika saja semua mata di kelas itu tertuju kepada sudarman dengan sedikit senyum bernada e...

enam belas oktober dua ribu sebelas

Senja pramuwidyaning sutadi

lahir 21 maret 2011..Senja pramuwidyaning sutadi adalah anugerah terbesar dalam sejarah hidup keluarga kami. dimana Senja kecil ini telah menjadikan ayah dan ibu saya sebagai kakek dan nenek, sekaligus menjadikan kakak saya sebagai ayah... Senjapun menambah sempurna perjalanan hidup keluarga kami..keturunan Djasmadi (seorang petani yang tak kenal menyerah) dan Ngatijah (seorang ibu dengan keringat darah yang tulus menyertai perjuangan anak-anaknya).aku selalu bangga menjadi bagian dari kehidupan mereka...aku adalah seorang anak yang beruntung memiliki orang-orang penuh kasih sayang seperti mereka..kami takkan pernah lelah menapaki kehidupan ini sampai waktu menghantarkan kami diatas puncak kebahagiaan yang sempurna.