Skip to main content

KAMAR MANDI (kasih tak sampai)

By : Agung Dwiyono

sejak aku dilahirkan hingga saat ini. sepertinya sudah tak terhitung berapa kamar mandi yang telah aku singgahi. telah aku pakai dan aku lupakan. ada beberapa yang menjadi kenangan dan ada beberapa yang tak tersimpan di dalam memori.

sampai suatu ketika aku jatuh cinta pada sebuah kamar mandi yang kotor. penuh lumut dan tak terawat. dengan sangat sabar aku membersihkannya. saat pertama kali aku temukan, kamar mandi itu masih milik umum. lalu kemudian aku ingin sekali menjadikannya milikku pribadi. bertahun tahun kami menjalani kehidupan berdua. susah sedih hingga tak bisa makan pun kami rasakan berdua. perjalanan hidup yang panjang dengan pesimisme memandang masa depan. hingga suatu ketika kamar mandi itu menjatuhkanku. membuatku terpeleset didalamnya. padahal lumut-lumut itu sudah aku bersihkan. tetap saja aku terjatuh terbentur dinding-dinding kamar mandi itu. sejenak aku hilang ingatan. aku menangisi keadaanku. kamar mandi itu mengkhianatiku. ia mencampakkanku setelah apa yang sudah aku berikan kepadanya selama bertahun-tahun. akupun mulai curiga hingga kemudian aku tau bahwa kamar mandiku itu sudah memiliki majikan lain. aaaaaah, kamar mandi juga tetap kamar mandi. sewaktu-waktu juga akan ada tamu datang kerumahku dan sesekali ingin mencoba kamar mandiku. dan akupun secara sukarela meminjamkannya tanpa bisa berbuat apa-apa.

Rasa kecewaku akan kamar mandi yang pernah aku cintai untuk pertama kalinya itu kemudian selalu membawaku kepada jurang rasa sulit untuk percaya. bahkan kepada kamar mandi manapun. bayang-bayang masa lalu, kenangan indah dan perasaan tak diduga-duga. kemudian ak melihat diri sendiri dan bercermin ternyata aku sudah tak sempurna lagi sebagai manusia. gara-gara kamar mandi jahanam itu itu kini ada bekas luka di dada sebelah kananku akibat benturan kerasnya.

waktu terus belalu dan kehidupan membawaku mengerti akan arti pentingnya intuisi. ternyata kehidupan tak semudah dibayangkan. dan aku bertekad untuk bangkit dari perasaan bersalah. untuk sementara aku tak akan menggunakan kamar mandi meskipun disaat yang sangat aku butuhkan. lebih baik aku buang air di hutan belantara atau di derasnya lajur jalanan dari pada harus terjerumus ke lubang yang sama.

kehidupanku mulai berubah tanpa kamar mandi. semua aktifitasku kembali berjalan seperti yang ku harapkanaku. sendiri ku lewati hari-hari tanpa kamar mandi lagi. aku belajar untuk tak malu membuka auratku di khalayak umum. toh pada dasarnya manusia juga terlahir tanpa apa-apa dan tak punya apa-apa. inilah jasadku jika kalian ingin melihat dosa-dosa yang sudah pasti akan kuakui untuk ku pertontonkan kepada kalian. kini aku tak punya kamar mandi lagi dan tak ada yang perlu di tutupi.

hingga pada suatu ketika aku mulai bosan dengan kesendirianku. aku kini sempurna tanpa masa lalu bahkan aku tak pernah bertemu lagi dengan kamar mandi yang pernah menghancurkan hidupku. dalam hati terlintas sedikit niatan untuk mencari kamar mandi baru. kamar mandi yang akan menjadi persinggahan hatiku selanjutnya. kamar mandi yang secara ikhlas menghibahkan dirinya. kamar mandi yang mampu menerimaku dengan bekas luka di sebelah kanan dadaku ini. lalu keputusasaan melanda percaya diriku. bagaimana tidak, kamar mandi mana yang mau perduli dengan keadaanku?. dan sepertinya sudah tersiar kabar diluar sana tentang aku yang sudah lama tak percaya dengan kamar mandi lagi.

lalu aku mencoba mengasingkan diri. jauh dari kebisingan dunia yang semakin penuh dengan makhluk-makhluk jahat tanpa hati nurani. hingga pada suatu ketika aku menemukan kamar mandi yang sedang menangis. kamar mandi itu masih polos dan lugu. baru beberapa hari yang lalu dia juga terkhianati juragan yang kejam dan tak punya perasaan. dalam hatiku, kasihan sekali kamar mandi ini, masih baru tapi sudah tak terawat. kulihat diatap-atapnya banyak sekali debu beterbangan. air dalam bak mandinyapun kering. meskipun tak ada lumutnya, kamar mandi ini membuatku ingin membersihkannya. tunggu dulu, aku hanya beriba hati dengan kamar mandi itu. dan aku tak mau memulainya dengan cinta. aku harus pastikan kamar mandi ini tak menipuku seperti kamar mandi yang lain.

sentuhan pertamaku disambut dengan senyuman oleh kamar mandi muda itu. senyum yang lugu dan bersinar seperti cahaya malaikat. matanya tajam menatap optimis untuk bangkit dan seolah dia sedang mengajakku ikut dalam alurnya. setelah semuanya menjadi bersih, aku menjadi ingin mandi untuk yang pertama kalinya di kamar mandi itu. oh, kamar mandi ini begitu cantik dalamnya. aku sungguh terkesima saat pertama kali kulepaskan pakaianku didalam kamar mandi itu. tapi entah kenapa kamar mandi itu justru menutup matanya. mengisyaratkan agar aku tak terlalu cepat melakukan itu.mmmmm,,,dalam hatiku bergeming, sungguh indah kamar mandi ini. lalu dengan cepat aku memakai kembali pakaianku. dan ternyata aku hanya di bolehkanya untuk sekedar mecuci muka atau sesekali mengunjunginya.

pelan-pelan aku mulai jatuh cinta pada kamar mandi itu. tapi kemudian aku merasa tidak pantas. aku menjadi malu mengakui bekas luka yang ada di sebelah kanan dadaku ini. kemudian aku tak lagi punya keberanian untuk mengunjungi kamar mandi itu. meskipun aku tau dia sedang merindukanku. maafkan kau kamar mandiku. aku harus pergi untuk kembali lagi dengan lasan yang sempurna untuk mencintaimu. menepis semua ketidakpantasan ini. aku akan disini kembali jika nyawaku masih terselip diantara jiwa-jiwaku yang mulai berterbangan tak tentu arah. aku sedang mencoba mencari onderdil hatiku yang telah lama hilang tercecer di lajur deru jalanan. maafkan sekali lagi kamar mandiku, aku pergi untuk kembali lagi padamu. untuk mandi di dalam lubuk hatimu dengan cara yang halal dan tanpa harus kau tutup lagi wajahmu agar kau bisa melihat jasad dan jiwaku seutuhnya. "good bye my sweety bathroom, good bye my love, i'll be there as soon as i can".

yogyakarta, 07 februari 2010
02.13 Am WIB
(tulisan tanpa asap rokok)

Comments

Anonymous said…
itu bener ya?

. maafkan kau kamar mandiku. aku harus pergi...

paragraf terakhir, bait ke lima.?

Popular posts from this blog

Sudarman mogok makan

Agung Dwiyono Seketika dalam uraian malam yang hitam. Barangkali lamunan sudarman belum sanggup mengungkapkan apa yang ia rasakan. Sedih, jengkel, bingung akan menjadi seperti apa setelah kejadian siang tadi. Bahkan secangkir kopi pahit itu pun tak mampu menolong kesedihanya. Masih ia nikmati sebatang rokok yang secara diam-diam ia hisap tanpa sepengetahuan ayahnya. Bumbungan asap mengepul didalam persegi empat kamarnya tanpa ada celah bagi asap-asap itu untuk melarikan diri. Ketika ia sadari ia sudah berwujud sudarman, seorang anak laki-laki berusia belasan tahun yang sedang kebingungan meraba-raba sikap. Guru agamanya disekolah siang tadi berkata ; “janganlah kalian makan dari makanan yang haram atau makanan yang diperoleh dengan cara yang haram”. Salah seorang temannya lantas berceloteh ; “berarti makanan yang diperoleh dari hasil korupsi itu makanan haram donk pak !!!”. entah mengapa, seketika saja semua mata di kelas itu tertuju kepada sudarman dengan sedikit senyum bernada e...

enam belas oktober dua ribu sebelas

Senja pramuwidyaning sutadi

lahir 21 maret 2011..Senja pramuwidyaning sutadi adalah anugerah terbesar dalam sejarah hidup keluarga kami. dimana Senja kecil ini telah menjadikan ayah dan ibu saya sebagai kakek dan nenek, sekaligus menjadikan kakak saya sebagai ayah... Senjapun menambah sempurna perjalanan hidup keluarga kami..keturunan Djasmadi (seorang petani yang tak kenal menyerah) dan Ngatijah (seorang ibu dengan keringat darah yang tulus menyertai perjuangan anak-anaknya).aku selalu bangga menjadi bagian dari kehidupan mereka...aku adalah seorang anak yang beruntung memiliki orang-orang penuh kasih sayang seperti mereka..kami takkan pernah lelah menapaki kehidupan ini sampai waktu menghantarkan kami diatas puncak kebahagiaan yang sempurna.