Skip to main content

JANGAN PAKSA AKU

sayang, jangan paksa aku..
menjadi pembohong karena jarang shalat
aku bukan orang suci seperti nabi

sayang, jangan paksa aku..
untuk beribadah karenamu
aku kan menjadi orang yang sangat merugi

sayang, beri aku ruang
untuk hidup tanpa kebohongan
untuk shalat tanpa takut kehilangan cintamu
untuk mengimbangi akhlakmu dengan caraku

sayang,
aku tau kamu rajin mengaji
dan aku rajin mabuk
aku tau kamu rajin pergi ke masjid
dan aku rajin pergi ke dugem
tapi aku masih menyimpan pengharapan

sayang, kamu jangan marah
jika aku tidak punya alasan untuk tidak shalat
aku hanya sedang malas
bukankah naik turun itu wajar.

sayang, jika kamu marah lagi
putuskan saja cintaku
menikahlah dengan anak pak kyai
atau lelaki dewasa jebolan pesantren.

aku memilih menjadi orang beriman
tanpa cintamu saja.


Comments

Popular posts from this blog

Sudarman mogok makan

Agung Dwiyono Seketika dalam uraian malam yang hitam. Barangkali lamunan sudarman belum sanggup mengungkapkan apa yang ia rasakan. Sedih, jengkel, bingung akan menjadi seperti apa setelah kejadian siang tadi. Bahkan secangkir kopi pahit itu pun tak mampu menolong kesedihanya. Masih ia nikmati sebatang rokok yang secara diam-diam ia hisap tanpa sepengetahuan ayahnya. Bumbungan asap mengepul didalam persegi empat kamarnya tanpa ada celah bagi asap-asap itu untuk melarikan diri. Ketika ia sadari ia sudah berwujud sudarman, seorang anak laki-laki berusia belasan tahun yang sedang kebingungan meraba-raba sikap. Guru agamanya disekolah siang tadi berkata ; “janganlah kalian makan dari makanan yang haram atau makanan yang diperoleh dengan cara yang haram”. Salah seorang temannya lantas berceloteh ; “berarti makanan yang diperoleh dari hasil korupsi itu makanan haram donk pak !!!”. entah mengapa, seketika saja semua mata di kelas itu tertuju kepada sudarman dengan sedikit senyum bernada e...

enam belas oktober dua ribu sebelas

Senja pramuwidyaning sutadi

lahir 21 maret 2011..Senja pramuwidyaning sutadi adalah anugerah terbesar dalam sejarah hidup keluarga kami. dimana Senja kecil ini telah menjadikan ayah dan ibu saya sebagai kakek dan nenek, sekaligus menjadikan kakak saya sebagai ayah... Senjapun menambah sempurna perjalanan hidup keluarga kami..keturunan Djasmadi (seorang petani yang tak kenal menyerah) dan Ngatijah (seorang ibu dengan keringat darah yang tulus menyertai perjuangan anak-anaknya).aku selalu bangga menjadi bagian dari kehidupan mereka...aku adalah seorang anak yang beruntung memiliki orang-orang penuh kasih sayang seperti mereka..kami takkan pernah lelah menapaki kehidupan ini sampai waktu menghantarkan kami diatas puncak kebahagiaan yang sempurna.